PENGHANCURAN YATSRIB-Satu Kajian Ilmiah

PENGHANCURAN YATSRIB

http://al-subki.com/v1/index.php?option=com_content&task=view&id=79&Itemid=1

Nabi saw. Menyebutkan bahwa salah satu tanda akhir zaman adalah pembangunan Bayt al-Maqdis di Yerusalem dan penghancuran Yatsrib (Madinah)…

حدثنا عبدالله حدثني أبي حدثنا زيد بن االحباب حدثنا عبدالرحمن بن ثوبان حدثني أبي عن مكحول عن معاذ بن جبل قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : عمران بيت المقدس خراب يثرب وخراب يثرب خروج الملحمة وخروج الملحمة فتح القسطنطينية وفتح القسطينطينية خروج الدجال ثم ضرب على فخذه أو على منكبة ثم قال : إن هذا لحق كما أنك قاعد وكان مكحول يحدث به عن جبير بن نفيرعن مالك بن يخامر عن معاذ بن جبل عن النبي صلى عليه وسلم مثله .

(رواه ابو داود فى سننه فى كتاب الملحمة والترميذي فى الفتن وأحمد فى سننه )

Dari Muadz Ibn Jabal,Nabi saw. Berkata (bahwa di antara tanda-tanda akhir zaman adalah ), Pembangunan kembali Bayt al-Maqdis,Penghancuran Yatsrib dan penghancuran Yatsrib,munculnya pembantaian dan munculnya pembantaian (pertempuran dahsyat atau pertikaian berdarah), penaklukan Konstantinople dan penaklukan Konstantinople,dan kemunculan Dajal.”Lalu Nabi saw. Menepuk Muadz sambil berkata ,”sungguh,itu merupakan kebenaran,seperti bahaya kenyataan bahwa kamu sedang duduk saat ini”

Kita mungkin akan berfikir bahawa untuk membangun Yerusalam (Quds) bererti membangun gedung-gedung tinggi beserta tampilan peradabannya yang bisa kita saksikan saat ini, dan bahawa di Madinah tidak akan ada “peradaban” semacam itu.Namun di Madinah telah dibangun gedung-gedung tinggi , pusat-pusat perbelanjaan , hotel-hotel, terowongan-terowongan menuju masjid, dan perluasan masjid. Semua ini tampaknya bertolak belakang dengan hadis yang menyebutkan bahwa Madinah akan hancur.

Ketika kita cermati hadis itu lebih dalam, kita melihat bahawa Nabi saw. Tidak menyebutkan bahwa seluruh kota Yerusalam akan dibangun, tetapi Bayt al-Maqdis akan diperbaiki. Quds mencakup seluruh Yerusalem, dan Bayt al-Maqdis adalah kawasan suci tempat Nabi Muhammad saw. Naik ke langit dalam rangka Isra dan Mikraj. Ucapan Nabi saw. Tidak mencakup seluruh bangunan di Yerusalem, seperti yang disebutkan dalam hadis, “pemugaran kembali Bayt al-Maqdis ,” yang secara khusus menyebutkan bayt (rumah) untuk menekankan bangunan di sekelilingnya, seperti monumen dan benda-benda sejarah. Kawasan tersebut telah dijaga selama berabad-abad dan dipelihara dan dipugar, termasuk bangunan di sekelilingnya, seperti monument dan benda-benda sejarah. Kawasan tersebut telah dijaga selama berabad-abad, dan dipelihara dalam bentuknya yang asli. Melalui pengetahuannya yang diberikan oleh Allah, Nabi Muhammad saw. Telah melukiskan peristiwa itu 1400 tahun yang lalu.

Seperti yang disebutkan terdahulu, situasi Madinah saat ini, dengan bangunan-bangunannya moden, tampak bertolak belakang dengan hadis yang menyebutkan bahawa Madinah akan mengalami penghancuran. Namun, dengan pencermatan yang lebih saksama, kita mengetahui bahawa Nabi saw. Secara khusus menyebut kan bahawa Yatsrib, bukan Madinah, akan dirusak. Penyataan Nabi yang sangat akurat itu mengungkapkan makna yang bisa dipahami dalam konteks moden. Yatsrib adalah kota Nabi tempat meunculnya cahaya pengetahuan yang menyinari dunia. Ia merupakan tempat berdirinya pemerintahan Islam yang pertama, dan sumber banyak prestasi para sahabat. Kharab Yatsrib berarti bahawa peradaban kota tua Madinah (yang dulu dikenal dengan nama Yatsrib) akan rusak. Dampaknya adalah bahawa segala peninggalan klasik dan tradisional dalam Islam akan dihancurkan pada masa-masa sebelum datangnya kiamat.

Pengrusakan itu dilakukan oleh sekelompok orang yang menyebarkan versi Islam mereka sendiri, yang mendiskreditkan dan meremehkan tradisi-tradisi klasik. Kini, kita menyaksikan kemunculan sekelompok orang yang menentang setiap aspek Islam tradisional, Islam arus utama, yang telah dipelihara oleh umat Islam selama lebih 1400 tahun. Kelompok tersebut ingin mengubah seluruh pemahaman keagamaan dengan menawarkan Islam “modernis” mereka. Orang-orang tersebut merupakan kelompok minoritas di tubuh umat Islam. Gagasan-gagasan mereka yang penuh penyimpangan telah disanggah dan ditolak dari berbagai sisi oleh para ulama Islam, seperti yang telah banyak ditulis orang.

Tidak ada yang namanya Islam itu dimodernkan, diperbaiki, ataupun dibenahi. Islam adalah agama yang sempurna, sejak pertama kali dibawa oleh Nabi Muhammad saw. Hingga hari kiamat.

Allah berfirman :

اليوم أكملت لكم دينكم وأتممت عليكم نعمتي ورضيت لكم الإسلام دينا

Pada hari ini telah kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah kucukupkan atasmu nikmatku, dan telah kuridai Islam menjadi agama bagimu.(Q 5:3)

Islam adalah pesan terakhir dan pastilah mampu mengakomodasi semua kehidupan manusia hingga akhir masa. Islam dapat merangkul semua jenis kebudayaan tanpa sedikit pun menambah atau megurangi makna Islam itu sendiri. Oleh kerana itu, tidak ada reformasi, renovasi, penambahan, atau pengurangan dalam Islam. Sementara Islam tidak mengenal reformasi, orang-orang Islam sendiri perlu mereformasi diri sehingga mereka dapat memahami dan melaksanakan Islam dengan benar. Dalam kesempurnaanya, Islam lebih mirip dengan bulan purnama bulatnya tidak kurang dan tidak lebih.

Kharab Yatsrib disebutkan dua kali dalam hadis di atas. Kali pertama adalah penghancuran peradaban pengetahuan Nabi, yaitu pengrusakan agama dalam bentuk penyimpangan terhadap pesan-pesan Nabi. Mereka yang mengklaim diri sebagai “pembaharu Islam” berusaha menyuguhkan hal-hal baru untuk menggantikan dan menghapus hal-hal klasik dan tradisional dalam Islam. Sejak dari Muhammad ibn A’bdul Wahhab hingga Jamal al-Din al- Afghani, Al-Maududi, Sayyid Quthb, dan yang lainnya, para “modernis” ini Berusaha mengubah seluruh tradisi Islam yang diajarkan dan dicontohkan oleh Nabi saw. Di Yatsrib.

Aliran wahhabi adalah yang pertama kali mengajukan pemahaman yang sepenuhnya baru tentang Islam, dengan kedok “pemurnian” Islam. Ideologi wahhabi ini telah merusak Islam tradisional atas nama “pemurnian” Islam, seakan-akan semua orang Islam sebelum munculnya Muhammad ibn ‘Abd al-Wahhab telah tersesat. Alih-alih membawa pemurnian, ia justeru telah menghancurkan ilmu-ilmu dan praktik keislaman yang telah berakar selama berabad-abad. Semua hal yang telah diwariskan Nabi saw. Dan generasi Islam sepeninggal beliau tiba-tiba dicap sebagai bentuk penyembahan berhala (syirik) yang harus dimusnahkan . orang-orang Islam yang melaksanakan ibadah haji dijejali dengan bahan-bahan bacaan propaganda mereka, sehingga para jemaah itu menganggap bahawa keyakinan dan praktik tradisional mereka bertentangan dengan Islam. Sekte wahabi meragukan tradisi keilmuan yang telah berusia 1400 tahun, dan melontarkan tuduhan kufur, syirik, bidah, dan haram terhadap berbagai praktik dan pemahaman tradisional.

Kerusakan pertama yang menimpa Yatsrib adalah ketika Muhammad Ibn A’bd al-Wahhab menghancurkan ilmu-ilmu keislaman dengan cara meracuni pemahaman orang-orang Islam terhadap agama mereka. Ungkapan Kharab Yatsrib yang kedua merujuk pada penghancuran fisik terhadap bangunan dan monumen yang berasal dari masa Nabi di Yatsrib, kota Madinah klasik. Di Madinah memang telah terjadi perluasan Masjidil Haram, tetapi kenyataan tersebut telah bertolak belakang dengan ungkapan “kharab Yatsrib” kerana hadis tersebut merujuk pada kota tua Madinah yang dikenal dengan Yatsrib, dan semua yang mewakilinya. Segala sesuatu yang terkait dengan kehidupan Nabi telah dipelihara oleh orang-orang Islam selama bertahun-tahun, apakah masjid tua, benda-benda sejarah, atau makam rasul, para sahabat, isteri, dan anak-anaknya. Meskipun orang-orang Islam selama berabad-abad sepakat bahawa situs-situs tersebut merupakan bagian penting dalam sejarah dan tradisi Islam, semuanya dihancurkan oleh aliran wahhabi dengan menggunakan dalih bahawa “ semua itu bukan lagi Islam”. Pemahaman mereka yang dangkal terhadap Islam mengakibatkan penghancuran sejumlah benda peninggalan sejarah dan monumen. Kharab bererti “penghancuran,” tetapi kata ini juga bermakna “peruntuhan.” Memang, kantong-kantong tradisi klasik masih ada, dan hendak dibangun kembali oleh umat Islam, tetapi mereka tidak diperkenankan membangunnya kembali, sehingga yang tersisa hanyalah reruntuhan dan puing-puing bangunan.

Tidak ada lagi orang yang mengetahui lokasi kuburan para sahabat. Di gunung Uhud dekat Madinah, kita bisa menyaksikan puing-puing bangunan yang awalnya merupakan makam yang dilengkapi dengan kubah dn hiasan-hiasan indah. Dengan makam yang terlihat jelas, bangunan suci itu mengenang para sahabat yang gugur bersama Hamzah di Gunung Uhud. Kini, hanya ada reruntuhan dinding yang diabaikan oleh para pengunjung. Demikian pula halnya, sudah tidak ada lagi bekas-bekas yang menunjukkan makam para syuhada Badar. Juga, tidak ada lagi tanda kuburan isteri Nabi, Khadijah al-Kubra di Jannat al-Mua’la, Mekah. Di Jannat al-Baqi (pemakaman yang bersebelahan dengan makam dan Masjid Nabi di Madinah), makam U’thman, A’isyah, dan sejumlah sahabat telah dipelihara oleh penguasa U’smani hingga awal abad ke-20, namun jejak-jejaknya kini telah dihilangkan. Itu merupakan pengrusakan fisik terhadap peradaban Islam yang ada sejak Nabi saw. tinggal di Yatsrib. Dengan perlahan-lahan dan diam-diam, para pengikut sekte wahabi telah melenyapkan semua hal yang terkait dengan Nabi saw. Dan Islam tradisional, sehingga saat ini nyaris tak tersisa.

Di samping ka’bah di Mekah al-Mukarramah terdapat Maqam Ibrahim, yang memuat jejak kaki Nabi Ibrahim ketika beliau membangun ka’bah. Allah berfirman :

وإذ جعلنا البيت مثابة للناس وأمنا واتخذوا من مقام إبراهيم مصلى

Dan ingatlah ketika kami menjadikan Baitullah sebagai tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebagian Maqam Ibrahim sebagai tempat salah. (Q 2 :125)

Meskipun demikian, otoritas keagamaan wahabi atau salafi di Mekah pernah mencuba melenyapkan Maqam Nabi Ibrahim. Itu terjadi pada masa almarhum Syeikh Mutawalli al-Sya’rawi dari Mesir yang memberi tahu raja Faisal tentang rencana mereka, sehingga raja memerintahkan mereka agar membiarkan Maqam Nabi Ibrahim di tempatnya semula. Raja berdiri menentang mereka dalam persoalan serius itu, tetapi banyak kejadian serupa di mana beliau hampir mustahil menahan gelombang pengrusakan terhadap benda-benda peninggalan dan tradisi Islam.

Hingga 1960-an, makam Nabi di Madinah ditandai dengan tulisan di dinding sebuah rumah dekat Masjid Nabawi, tetapi tanda itu kini sudah lenyap. Di Masjid Nabawi, semua dinding dan tiang Masjid awalnya dihiasi dengan puisi-puisi pujaan terhadap Nabi saw. Para pengikut aliran wahhabi kemudian menghilangkan hiasan-hiasan itu, baik dengan mengganti dinding marmar itu, atau menghapusnya hingga tidak terlihat lagi hiasan puisi yang tersisa. Satu-satunya hal yang tidak dapat mereka yang lenyapkan adalah tulisan di depan mimbar pada mihrab (tempat salat imam) yang berisi pujian kepada Nabi saw. Dan 200 nama beliau. Pada tahun 1936, orang-orang wahhabi bahkan berusaha memisahkan Masjid Nabawi dari Makam Nabi, tetapi negara-negara muslim bersatu menentang rencana tersebut dan berhasil menggagalkannya, sebuah keberhasilan yang sangat jarang terjadi.

Di depan gerbang menuju makam Nabi (almuwajibah al-Syarifah), pada awalnya terdapat tulisan : Ya Allah! Ya Muhammad ! pengikut aliran wahabi kemudian menghapus huruf ya (ي) dalam ungkapan Ya Muhammad, sehingga hanya tersisa hurup alif, A Muhammad, atau Muhammad saja. Belakangan, mereka melangkah lebih jauh lagi dengan menempatkan kembali huruf Ya pada kata Ya Muhammad, dan juga menambahkan titik di bawah huruf ha (ه) sehingga menjadi huruf jim (ج), dan menambahkan dua titik (dibawah huruf mim) sehingga menjadi huruf ya (ي). Dengan begitu, mereka telah mengubah nama Muhammad menjadi Majid, salah satu asma Allah. Kini , tulisan tersebut menjadi : Ya Allah! Ya Majid! Persis seperti ketika melenyapkan makam para sahabat dan keluarga Nabi, mereka kini juga telah menghapus nama Nabi dari makamnya sendiri. Ini bertentangan dengan kenyataan bahawa Allah telah memuliahkan Nabi saw. Dengan menempatkan nama beliau bersanding dengan namaNYA dalam kalimat syahadat, la ilaha illa Allah, Muhammad Rasul Allah.

Kharab Yatsrib yang disebutkan 2 kali dalam hadis di atas telah terpenuhi. Pertama dari segi ideology oleh Muhammad ibn A’bd al-Wahhab dan para pengikutnya. Dan kedua, dengan kerusakan fasik yang terus berlangsung terhadap sisa-sisa Islam tradisional. Pembangunan kembali Bayt al-Maqdis, yang hanya sekali disebut, juga sedang berlangsung. Ungkapan ‘umran Bayt al-Maqdis berarti pembangunan kembali peninggalan-peninggalan klasik di Yerusalam, sementara ungkapa Kharab Yatsrib bererti penghancuran terhadap cara-cara dan peninggalan klasik di kota Yatsrib.

-Abaady-

Last Updated ( Wednesday, 08 August 2007 )

 

Satu Respons to “PENGHANCURAN YATSRIB-Satu Kajian Ilmiah”

  1. Sungguh, membuat saya tercengang.
    Sebegitukah Wahabbi ??

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s

%d bloggers like this: